Siapa Pelakunya ?

>> Sabtu, 24 Januari 2009

PRANGGGGG.............

Keasyikan anak - anak smansasi terganggu gara gara bunyi kaca pecah yang berasal dari ruang kepala sekolah. "Siapa ini yang mecahin kaca saya?" tiba - tiba pak Hidayat (kepala sekolah). Anton, Andi, Doni, dan Yono pun ketar - ketir karena kepala sekolah keluar dengan muka sangar bak akan menantang perang kepada mereka. Wajar saja mereka ketar - ketir, soalnya Pak Hidayat keluar sambil ngebawa bola basket yang jadi penyebab pecahnya kaca ruang kepala sekolah, soalnya pas jam olahraga itu, cuma mereka berempat yang lagi maen bola basket. "Ayo ngaku, SIAPA YANG MECAHIN KACA RUANGAN SAYA !" teriak Pak Hidayat. "Andi yang melakukannya pak" kata Anton. "Bukan pak, Yono yang melakukannya" sanggah Andi, "Andi bohong pak, bukan saya yang melakukannya" tanggap Yono, "Saya juga bukan yang melakukannya pak" kata Doni. Pak Hidayat semakin jengkel karena ga ada seorangpun yang mengaku melakukannya. Agus yang dari setadi mendengarkan percakapan lima orang itu, akhirnya angkat bicara. "Saya tahu pelakunya pak, tapi bapak janji kalo saya kasih tau, bapak mau meringankan hukuman yang akan bapak berikan" kata Agus. "Baiklah nak, bapak akan meringankan hukumannya asalkan nak Agus mau memberi tahu bapak siapa yang memecahkan kaca jendela saya" akhirnya hati Pak Hidayat pun meluluh. "Tapi ngomong - ngomong kok nak Agus tahu siapa yang memecahkan kaca saya? Padahal nak Agus kan tidak ada di dekat mereka pada saat kejadian?" lanjut Pak Hidayat. "Bapak jangan meremehkan saya, gini2 saya sudah dari kecil berteman dengan mereka, dari pembelaan mereka barusan saja, saya sudah tau siapa pelakunya, salah seorang dari mereka telah berbohong". "Oh ya? Kalau begitu siapa orang yang berbohong itu?" tanya Pak Hidayat dengan tidak sabar. "Pelakunya adalah............"

Nah, ternyata ga perlu berteman dengan mereka sejak kecil untuk mengetahui siapa pelakunya, hanya dengan petunjuk kecil dari Agus, kita bisa tahu siapa pelakunya. Kira - kira siapa ya?

Read more...

Surat Rahasia Anton

"Hey Gus, gw mao minta tolong nih !" tanya andi suatu hari kepada Agus. "Apaan sih ndi? Gw lagi buru - buru nih, pelajaran pertama yang ngajar Pak Ruslan, abis gw dikerjain kalo gw telat masuk". "Alah, masih kaku aja sih lo Gus bentaran aja dah, ga nyampe lima menit" paksa Andi. "Oke, oke, tapi ga nyampe lima menit ye". "Iya, Iya, jadi gini, gw kan disuruh ngirim surat ke seorang cewek ama si Anton, ga ngasih tau ke siapa dia suruh gw ngasih". "Lah, itu mah masalah lo ama si Anton, kok nanyanya ke gw?". "Bukan begitu Gus, dia emang ga ngasih tau nama orangnya, tapi dia ngasih petunjuk ke gw". "Ngirim surat aja kok susah bangat" hardik Agus. "Katanya sih ini surat penting buat seseorang". "Yaudah buruan kasih tau petunjuknya, ntar kelamaan" suruh Agus. "Gini, dia ngasih 5 nama cewek, namanya Ani, Ita, Tia, Nia, ama Mai salah satunya orang yang benar". "Petunjuknya terdapat dua kelompok umur, yaitu umur diatas 17 taun ama dibawah tujuh belas taun, semuanya sekolah di SMU negri dan swasta, Anton nyurunya kasih ke cewek yang sekolah di SMU Negri dan bumur di atas 17 taun". "Trus petunjuk lainnya?" tanya Agus. "Ada 3 cewek yang berumur di bawah 17 taun, 2 cewek sekolah di SMU Negri, Ita dan Tia termasuk dalam gologan umur yang sama, Nia dan Mai ada pada golongan umur yang berbeda, Tia dan Mai sekolah di SMU yang sama, Ani dan Mai sekolah di SMU yang beda, cukup segitu petunjuknya". "Ah, payah lo Ndi, Anton dah ngasih petunjuk panjang lebar kayak gitu, lo masih belom ngarti". "Yah, kan gw ngga kayak lo, btw lo dah tau orangnya belon?". "Kan dah gw bilang, Anton dah ngasih petunjuk panjang lebar, ini sih sambil merem juga tau siapa orangnya" jawab Agus. "Yaudah, cepet dong kasih tau" bujuk Andi. "Ntar aja dah pas istirahat, gw dah telat nih"

NAh siapakah cewek yang dimaksud oleh Anton? 

Read more...

Pencurian Di Warnet

Suatu hari di depan Warnet OS, terjadi keributan yang cukup besar. Agus yang kebetulan sekolahnya berada tepat di depan warnet tersebut langsung menghampiri TKP.

"Ada apa inspektur, kok rame bangat sih?", Agus nanya ke Inspektur Joko yang lagi meriksa TKP. "Oh, Agus rupanya, Gini Gus, ceritanya tadi malem terjadi pencurian di ni warnet, 3 unit komputer dibobol ama tuh maling, kerugiannya bisa nyampe 50 jutaan", "emang ga ada yang jaga malem inspektur?", Agus nanya lagi. "Ada sih, tapi pencurinya cerdik, dia pake obat bius bakal nidurin penjaga". "Trus ada orang yang dicurigain ngga?". "Sebenernya ada 3 orang yang dicurigain sih, polisi juga dah nanyain para tersangka". "Trus apa kata mereka?". "Orang pertama namanya Joni, dia bilang kalo dia itu bukan karyawan warnet OS, dia juga bilang dia ga nyuri di warnet itu". "Trus kata orang kedua?" Agus nanya dengan ga sabaran. "Orang kedua namanya Toni, dia bilang dia emang karyawan tuh warnet, tapi dia bilang ga nyuri apapun, dan orang ketiga namanya Andi, dia bilang dia bukan karyawan tuh warnet, tapi dia yakin kalo karyawan warnet lah yang nyuri". "Trus Inspektur dah dapet petunjuk belon?". "Udah sih, anehnya setelah kami selidiki ternyata cuma satu dari tersangka itu yang bukan karyawan warnet OS, dan uniknya lagi, dari keenam pernyataan yang dibuat ama tersangka, ternyata cuma dua yang bener, sisanya boongan". "Ah, inspektur ini, udah jelas - jelas orang itu yang nyuri, kok masih bingung" jawab Agus. "Hah? Yang mana orangnya Gus?". "Yang itu loh, yang itu...."

Nah, kira - kira dari petunjuk yang Inspektur Joko kasih, siapa yang kemungkinan besar jadi pelakunya ?

Read more...

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP